banner ads banner ads banner ads banner ads banner ads

Penyakit Lupa

Saturday, May 1, 2010

Lupa, sebuah perbuatan yang tidak sengaja dan merupakan sesuatu yang kadang mengganggu aktivitas kita. Terkadang kita sering lupa mengenai hal-hal sepele sampai dengan hal penting dan bahkan dengan hal yang super amat penting sekali. Nah, sebenarnya kenapa sih kita bisa lupa? Ada orang yang bilang kalau lupa itu manusiawi (honest mistake atau apalah mereka bilang). Selain itu, ada juga yang berpendapat lupa itu buah dari kemalasan saja. By the way, apapun alasanya kalau lupa itu ya lupa..he..he..he..


Kasus lupa sering sekali dialami ketika kita memang dalam keadaan tergesa-gesa. Nah, keadaan tergesa-gesa itu terjadi karena belum ada persiapan. Dan, yang paling pokok kalau belum ada persiapan berarti kita malas. Mungkin statement kalau lupa karena malas ada benarnya juga yah. Meskipun demikian ada juga faktor lain yang menyebabkan seseorang melupakan sesuatu. Mungkin karena waktu, keadaan psikologis, dan pengaruh aktivitas lain dalam hidup kita, etc.

Saya punya beberapa contoh kasus lupa yang mungkin cukup memalukan tapi lucu juga kalau diingat:

Kasus I:
Kalau yang satu ini cerita pada waktu masih berseragam putih abu-abu (masih muda, eh kena masalah lupa juga to??). Yah, mungkin karena letak sekolahan yang memang dekat dan kalau ditempuh dengan kuda besi nggak bakalan nyampe 15 menit, dengan santai saya dan adik yang kebetulan satu SMA bersiap-siap berangkat.

Setelah sarapan, sepiring nasi hangat yang di ‘liwet’ ibu plus telur goreng, saya pun segera memacu motor agar segera sampai di sekolah. Setelah sampai, semua terlihat baik-baik saja, sampai adik saya yang memang agak gemuk turun dari motor. Semua jadi terasa ringan, termasuk dipundak sepertinya nggak ada beban.

Dari situ baru nyadar kalau saya lupa memanggul tas sekolah dan segera memutar balik motor menuju rumah. Yang membuat heran adalah kenapa adik saya juga tidak mengingatkan saya yah? jangan-jangan lupa untuk mengingatkan.

Kasus II:
Sebenarnya, pamali bagi saya untuk menyebut hari yang sedang/akan/sudah saya alami sebagai hari sial. Takutnya, kalau sialnya keterusan..he3. Tapi memang hari itu cukup mengenaskan dan meresahkan seluruh organ kecemasan dalam diri saya.

Pertama, hari itu saya bangun telat padahal harus sudah nyampe kantor sebelum jam 7, yah karena bangunnya juga telat (jam berapa yah???lupa) akhirnya persiapan juga tergesa-gesa. Mandi wuzzzz, ganti baju wuzzzz, semua serba wuzzzz. OK, sekarang kita soroti bagian ganti baju dan pastinya celana yah. Nah, ternyata pergantian celana tidak diiringi dengan transfer dompet ke celana pengganti. Jadilah dompet tidak terbawa.

Nah, simple yah dompet tidak terbawa apa efeknya??gawat banget sob. Disini saya dapat kemaluan..eh, maksudnya hal yang memalukan secara bertubi-tubi. Lha, yang pertama pas lagi dijalan, saya baru sadar kalau motor bebek kesayangan belum dikasih energy. Nah, bensin dah mepet akhirnya menepi disebuah warung order satu liter bensin. Biar cepet (buru2 sob) akhirnya, saya mencoba menarik uang dari dompet. Disini saya baru nyadar kalau tu kantong uang ketinggalan. Finally, dengan terpaksa dan penuh penyesalan ditambah jutaan rasa malu, saya cancel deh orderan bensin.

Akhirnya, dengan bensin mepet dan berharap tidak plus dorong nantinya, saya memacu motor dengan kecepatan sedang (takut ngebut??bukan, takut keabisan bensin). Sampai dikantor dengan selamat, sehat dan lancar. Pulang kerja guna menutupi biaya transport akhirnya saya ngutang ke partner kerja. “Mbak, pinjem uang yah?besok tak balekne” kata saya. “OK, ne bawa aja”, kata teman. “moga2 nggak ada cegatan (razia SIM) polisi.” Canda saya. 

Pulang dengan hati-hati menuju rumah (seandainya dompet tidak keinggalan harusnya langsung meluncur kekampus, mengikuti ujian mid semester) dengan tujuan utama dompet. Dibenak hanya terpikir dompet = uang + SIM + STNK. Seandainya faktor faktor tersebut tidak terbawa dan dipertemukan dengan polisi. Maka menurut perhitungan matematis saya hasilnya sama dengan negatif.

Yah, sialnya memang pas hari itu polisi sedang mengadakan razia dan akhirnya dengan terpaksa saya terkena tilang karena dompet tak terbawa. Karena kosong mlompong nggak ada surat sama sekali, bahkan KTP pun nggak ada. Polisi hampir menyita motor sampai persidangan. Tapi, akhirnya diberi kesempatan untuk menunjukan bukti STNK yang ketinggalan itu. Karena bingung juga padahal nanti juga harus kekampus ngerjain mid, ya udah saya telpon minta bantuan tetangga untuk nganter SIM, STNK ke TKP. Alhamdulillah, lancar dan terkendali.


Baca Artikel Menarik Lainnya



Bisnis Online



0 comments:

Bagaimana Pendapat Kamu?


Tulis Komentar Kamu disini dengan sopan dan bukan spam tentunya. Kamu bisa Log in ke akun kamu untuk berkomentar, atau Kamu bisa berkomentar sebagai tamu dengan mengisi Nama dan URL atau boleh juga tanpa Identitas (anonymous).

Thanks for visiting my blog :)

Baca-Baca Lagi Yuuk

Artikel Terpopuler

Random Template

Tips Facebook

Berita Sepak Bola

Download Dari Azys Media

Recent News

Tips Azys Media

  © Blogger templates Newspaper by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP